Road to WHV – Menukar Dolar Australia di VIP Money Changer

Jumat, 28 Oktober 2016, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda (*padahal gak ada hubungannya), saya menyempatkan waktu saya untuk menukarkan uang rupiah (IDR) saya ke dolar Australia (AUD) sebagai persiapan untuk modal WHV nantinya. Bermodal hanya searching via Google Maps beberapa hari sebelumnya, saya mendapatkan salah satu Money Changer terbaik di Jakarta Pusat yaitu VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer.

vip-money-changer_4

Gedung VIP Money Changer

Saya tiba kira-kira pukul 10 pagi, dan mendapatkan nomor antrian 842 dengan sisa antrian hanya sekitar 3-5 orang lagi. Sebelum mendapatkan nomor antrian, bapak security menanyakan jumlah dana yang ingin saya tukarkan (jual/beli), dengan tujuan memisahkan loket penukaran untuk yang nilainya di bawah sepuluh juta rupiah dan di atas sepuluh juta rupiah. Hari itu, saya hanya ingin menukarkan sebanyak tujuh juta rupiah, atas pertimbangan di Australia saya masih bisa mengambil uang tabungan via ATM di sana (berlogo Cirrus untuk Bank BCA dan VISA untuk Bank Mandiri), dengan biaya administrasi sekitar 20-25 ribu per transaksi (silahkan googling infonya sendiri). Hanya menunggu sekitar 5-10 menit, nomor antrian saya sudah dipanggil, jauh lebih cepat daripada antrian yang saya bayangkan (setelah membaca review di Google Maps VIP Money Changer). Rate yang saya dapatkan untuk harga Jual yaitu AUD 1 = IDR 9960, cukup baik jika saya bandingkan dengan rate via google search saat itu.

vip-money-changer_1 vip-money-changer_2

Setelah saya menyerahkan uang rupiah saya ke petugas di loket 14 atau 15 (loket untuk transaksi di bawah sepuluh juta rupiah), saya tinggal menunggu panggilan selanjutnya untuk pengambilan uang dolar Australia yang ditukarkan. Kira-kira 30 menit saya berada di sini, semua proses sudah selesai, uang AUD sudah saya terima, dan bebas biaya administrasi. Ini sekaligus menjadi pengalaman pertama saya menukarkan mata uang asing secara langsung dan rasanya cukup memuaskan.

Sebagai penutup (walau tidak nyambung), masih dalam semangat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016, saya mengutip Facebook Post dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA).

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Sumpah pemuda hanya dapat memiliki makna jika kita sebagai pemuda pemudi Indonesia melaksanakan tanggung jawab kita kepada Bangsa untuk membangun Indonesia. Dimanapun kita berada, apapun peranan yang kita emban, mari bersinergi untuk memajukan bumi pertiwi!

Selamat hari sumpah pemuda!
28 Oktober 2016

Masih muda, masih bisa! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *